Tisya's friends

Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Agustus 2011

Rindu Masa Merah-Putihku


Aku rindu masa Merah-Putihku dulu.
Disaat aku tidak mengenal lelah berlarian kemana yang aku mau.
Disaat aku tidak mengenal takut berdiri diatas ranting kecil yang paling tinggi.
Disaat aku tidak peduli kulitku terbakar sengatan Matahari.
Disaat aku tidak malu bermain lumpur saat hujan deras.

Aku rindu masa Merah-Putihku dulu.
Aku rindu saat aku harus berangkat subuh-subuh dihari pertamaku masuk agar aku bisa dapat bangku paling depan.
Aku rindu saat teman-teman mengerjaiku.
Aku rindu lapangan luas tempat aku berlarian main ‘Beteng’.
Aku rindu memukul bola kasti.
Aku rindu membawa bendera Merah-Putih saat hari senin.

Aku rindu masa Merah-Putihku dulu..
Karena disaat itulah aku bermain dengan Alam.. =)

Selundupan..


            Hai everyone.. apa kabar? Sepertinya sudah agak lama aku gak nongol didunia persohiblogan nie.hehehe maklum lah lagi kena sindrome yang kata Bang Togar dalam buku Ranah 3 Warnaadalah sindrome ‘malas’.hahahaha Gara-gara aku mandat gak bisa nemu ide dan semangat buat nulis jadilah seperti ini. Cuma bisa baca novel dan gak habis-habis.hehehe
            Oya, kali ini aku mau bercerita tentang ‘Selundupan’. Oui.. itu salah satu julukanku. Anehnya aku gak terganggu sama sekali dengan julukan itu.hahaha Aku dapat julukan itu sejak masuk kuliah, dan gelar itu dikasih oleh anak UM karena aku sering maen dan tinggal di UM padahal aku anak UB.hehehe
            Actually, aku jadi penyelundup udah dimulai dari SMP. Ini gara-gara aku dan sahabatku sejak TK berbeda SMP. Sahabatku masuk SMP favorit, SMP N 4. Sedangkan aku terbuang di SMP N 2. Masih favorit juga sih, tapi gak seunggul SMPN 4.hehehe kurang bersyukur ya aku?hehehe Tapi gara-gara beda tempat sekolah itu aku jadi sering jadi slundupan dan maen di SMPN 4. Sebenarnya bukan aku loncat pagar sekolah dan ikut mata pelajaran disekolah lain. Tapi

Jumat, 17 Juni 2011

The Best Teachers

Aku punya sebuah cita-cita. Sebenarnya banyak sekali cita-cita, diantaranya aku ingin sekali mengabdi pada masyarakat. Ingin mendirikan sebuah sekolah sendiri ditempat yang mungkin terpencil, dan aku akan mengajarkan pada anak-anak membaca, berhitung, bermain, dengan semuanya gratis. Aku ingin membuat sekolah untuk anak yang gak mampu. Aku gak tau, apakah aku ingin menjadi seorang guru? tapi aku hanya ingin mengajarkan hal yang aku bisa kepada orang lain dengan ikhlas, sehingga dapat benar-benar bermanfaat bagi yang aku beri. Bukan secara paksa dituang, pelan, tapi pasti. Itu yang aku inginkan.

Itu adalah impianku saat SMA, hingga saat ini.

Suatu hari aku bersama teman-temanku pergi nonton bioskop. Dan disana aku mengenal Bu Mus. "Guru itu tanpa tanda jasa". Dan seperti itu lah Bu Mus. Betapa inilah seorang guru yang mengajar dengan hati. Dengan sangat ikhlas. Dan kau lihat bukan? Bagaimana anak didiknya sekarang? Wonderfull.. =)

Saat menginjak banku kuliah, aku sedang gemar-gemarnya membaca buku. Dan ada satu buku yang benar-benar menyita pandanganku saat aku masuk Gramedia. Aku gak punya cukup uang untuk membeli buku itu, tapi untunglah bahwa Tuhan sangat tahu aku ingin membacanya.hehehe #lebay. Saat aku cerita pada temanku, temanku bilang bahwa ternyata dia punya buku itu dan bersedia meminjamkannya padaku. (Kau lihat bukan? bahwa Allah sangat baik ketika kita bersungguh-sungguh.hehehe) Dan dari sana aku mengenal sosok Tuan Kobayasi. Amazing.. Oh Mr. Kobayashi.. Aku benar-benar takjub pada sosoknya. Oh Tuhan.. Seperti inilah karakter yang aku impikan ada dalam diriku. Beliau sangat telaten menyapa, mndengarkan, bahkan beliau bisa mengerti apa yang diinginkan anak didiknya satu per satu. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan hati. Dengan ketulusannya. Mengajarkan banyak hal, bahkan etika. Subhanallah.. (That book is Totto chan)

Lalu kemaren. Baru kemaren, Aku mengenal sosok Anne Mansfield Sulivan. Subhanallah, beliau juga orang yang jauh luar biasa. Siapa dia?? Mungkin kalian lebih mengenal sosok Helen Keller ketimbang Gurunya. Seorang penulis, aktivis politik dan dosen Amerika. Bagi Helen, hari yang paling penting yang selalu ia ingat dalam hidupnya, ia kedatangan seorang perempuan Anne Mansfield Sulivan dari Tuscumbia yang menjadi gurunya. Anne dengan sangat menakjubkan mengenalkan dunia yang berbeda pada Helen. Perjuangan Anne mengajarkan Helen membaca dan berbicara sungguh sangat luar biasa. Bahkan hal yang membuatku sangat takjub, dengan sabar Anne menuliskan apa yang dikatakan dosennya ditelapak tangan Helen agar Helen dapat mengerti apa yang diajarkan dosen padanya. Jika kalian tidak mengenal Helen Keller, akan aku beri tahu sedikit, sisanya kalian tentu bisa mencarinya sendiri. Helen lahir normal, namun pada usia 19 bulan, ia diserang penyakit misterius yang menyebabkannya buta dan tuli. Bisa kalian bayangkan?? Betapa Amazing-nya seorang Anne Mansfield Sulivan, yang dapat mengantarkan Helen Keller menjadi seorang yang benar-benar luar biasa.

Aku harap, aku dapat mencapai cita-citaku suatu saat. Karena aku tahu, aku butuh banyak pengalaman untuk itu. Dan karena aku juga tahu, perjalananku masih panjang, butuh banyak hal agar aku bisa seperti guru terhebat seperti mereka. =)

Dan yang aku harapkan. Semoga pendidik di negara ini bisa belajar dari mereka. Mengajarkan dengan hati. Bukan karena sertifikasi dan bayaran yang besar, tapi sama sekali gak memberikan mutu yang terjamin bagi siapapun. =)

Wahai Guru, dari engkaulah kami belajar. Mohon ajarkanlah kami dengan sabar saat kami benar-benar tidak mengerti. =)

Jumat, 10 Juni 2011

Suka Duka Menjadi Seorang Tisya (Part 2)

Tulisan ini lanjutan dari bulan Maret kemaren alo gak salah.hehehe agak lupa juga gara-gara uda kelamaan sambungin dari yang p1 dan k2.hehehe

Dulu saat aku lahir hingga menginjak Sekolah Dasar (SD) aku dan orang tuaku tinggal dirumah nenek. Rumah nenekku besaaaaaaar sekali.hehehe Jadi bukan cuma keluargaku yang tinggal dirumah nenek, ada juga budhe Yul dan keluarganya. Nenek tinggal dirumah atas. Budhe Yul dirumah bawah dan kami tinggal dirumah belakang.

Oya, kalian ingat jaman dulu ada film China Yoko itu?hehehe Walau masih kecil, aku suka liat film itu. hehehe Alo gak salah inget, filmnya tayang sekitar jam 8 malam. Biasanya kami berkumpul dirumah atas buat nonton bareng. Tapi disuatu malam, seluruh rumah kosong saat aku terbangun dan mulai menangis kencang sendirian dirumah sebesar itu. Aku berteriak sambil memanggil semua orang. tapi malam itu benar-benar gak ada siapapun. Umurku masih sekitar 5 atau 6 tahun. Aku menangis sampai ngompol dibawah tangga.hehehe

Aku berteriak dari jendela. Setelah beberapa lama dan aku mulai lemes, tiba-tiba Budhe yul muncul dari rumah Budhe Im. Setengah agak berlari menghampiriku di dekat jendela. Aku sudah sangat lemes. Setelah melihatku dari balik jendela, budhe bilang dia akan mengambilkan makan untukku. Anehnya, kenapa waktu itu budhe gak mengambil kunci dan mengajakku kerumah budhe Im.

Beberapa saat kemudian, budhe muncul dengan membawa makan di 'lepek' (sejenis piring kecil yang biasanya dipakai alas cangkir) dan segelas air. Budheku menyuapiku dari jendela tralis. Aku tidak keluar dan budhe juga tidak membukakan pintu. Budhe menyuruhku duduk dikursi, tapi aku menolak. aku bilang, "aq ngompol budheee.. hiks" sambil masih menahan sesenggukan aku menunjukkan celanaku yang basah. Budhe hanya tersenyum.

Apa kalian tahu? kemana seluruh keluarga besarku malam itu? Mereka nonton film Yoko dirumah budhe Im. Dan mereka meninggalkanku sendiri. Owh God, demi apa coba?? Aku hanya seorang anak umur 5tahun. huft..

#####

-Aku Punya Adik-

Aku punya adik saat aku naik kelas 2. Aku gak suka punya adik. Aku gak tau apa yang aku rasakan saat itu. Entah senang atau kesal? Tapi aku bilang sama teman-temanku bahwa penggangguku akan segera lahir.hehehehe

Maybe Right, maybe false. Tapi setelah naik kelas 2 dan punya adik, aku tidak lagi menempati ranking 1 lagi.huhuhuhu Tapi aq tetap semangat dan tidak menyalahkan siapapun waktu itu. Ibu sudah tidak lagi menemaniku belajar, jadi aq mulai menyesuaikan diri. =)

#####

-Guru Ngajiku Galak atau Baik-

Hihihi semoga orangnya gak baca.wkwkwk Guru ngajiku waktu kecil adalah tetanggaku. Masih bersaudara cukup dekat dengan keluargaku. Banyak dari teman-temanku yang mengaji disana. Sambil nunggu giliran, biasanya kita main-main, tertawa dan pulangnya biasa aku akhiri dengan tangisan.hehehe Aku gak sepintar teman-temanku. Jadi aku selalu dimarahi.

Suatu hari, Aku dimarahi habis-habisan sampai aku ngaji sambil sesenggukan. Aku ngaji sendirian saat itu, dan waktu pulang sambil masih sesenggukan beliau memberiku 1ikat besar rambutan panenannya. cihuyyy!! heheheh gak jdi nangis.wkwkwkwk

#####

-Aku? atau Ibu yang hilang??-

Aku masih kecil dan aku ikut ibu kepasar. Agar aku tidak 'ngerepotin' ibu saat belanja, ibu menyuruhku makan jenang disudut pasar selama ibu belanja. Aku menurut. Tapi, lama.. lamaaaa.. sekali ibu tidak jua kembali. Lalu aku bilang sama penjualnya kalau aku mau pulang. Si penjual mencoba mencarikan ibu, tapi kata penjual lain ibu sudah pulang. Aku binggung. Aku bilang lagi, aku mau pulang. Tapi saat aku mau diantar pulang. Ibu datang dan berkata, "hahahaha ibu lupa". ZzZzZzZz =_=


Aku sudah agak besar. Aku baru belajar puasa setengah hari dibulan Ramadhan. Ibu mengajakku ke Pasar Setono betek, yang ada dikota untuk beli kain bahan baju lebaran. Tokonya sangat besar. Aku hanya mengikuti ibu dari belakang. Aku mencoba melihat kain-kain yang lucu, karena takut jauh dari ibu, aku menengok. "Apa ibu masih ditempat yang sama?" batinku. Aku lega karena aku masih bisa melihat ibu berjalan diantara celah kain.hehehe Beberapa saat kemudian aku menengok lagi. Astagaaa.. Aku sudah tidak menemukan ibu dimana?

"Ibuku hilaaaaaaaaaangg" kataku sambil menangis saat ada seorang ibu datang menghampiriku dan mulai banyak orang mengerumuniku.

"Yasudah ditunggu dulu ibunya, kamu puasa gak? mau makan es crim dulu? cup cup..."

"Aku puasa, hiks" sambil melirik kotak es crim

"Wah pintar, ditunggu dulu ibunya sebentar lagi pasti datang"

Beberapa saat kemudian ibu datang dengan wajah kebingungan dan kwatir.

Saat pulang, aku bercerita sama bapak.
"Bapak, tadi waktu ibu ilang, aku mau dikasih es crim" kataku menggebu-gebu

"Enak donk?"

"Ya enggaaaaak.. soalnya aku bilang aku puasa." (Agak manyun)

"Harusnya kamu bilang kalau gak puasa aja biar dikasih es crim.hehehe"

"Iya ya bapak.." (menyesal)

Dasar anak kecil.hehehehe

Selasa, 31 Mei 2011

Layang-layang

Hai blogger's.. =) ternyata malam memang lebih baik. setidaknya gak terlalu panas dan gak buat kepala tambah pusink karena terik.hehehehe Selamat malam teman-teman.. =)

Hay.. kalian ingat gak waktu masih jaman SD dulu dalam buku lembar kerja siswa (LKS) atau kata-kata ibu/bapak guru, atau orangtua kalian saat mereka sering mengingatkan. "Bermain layang-layang itu tempatnya dilapangan atau disawah. Jangan main dijalanan!"..

Hmm.. waktu itu aku hanya berfikir, kurang kerjaan sekali main layang-layang dijalanan? emang gak punya lapangan apa? padahal sawah juga masih lebar.. Tapi baru sekarang aku sadar, bahwa memang lahan kita semakin menyempit, sulit cari lapangan buat menerbangkan layang-layang. tapi setidaknya kalo mau main layang-layang dipinggir jalan, pastikan dalam keadaan aman. aman buat yang main, juga pengguna jalan yah teman-teman.. =)


NB: hampir celaka karena ada layang-layang yang jatuh tepat didepanku saat lewat jalan raya. lain kali hati-hati ya adek-adek. =)