Tisya's friends

Tampilkan postingan dengan label true story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label true story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

Lelaki Itu

Dia adalah lelaki yang sederhana. Lelaki yang dulu aku kenal selalu mengayuh sepeda pulang dan pergi ke sekolah. Lelaki yang mencintai wanitanya dengan mendalam sebagai wanita pertamanya. Lelaki yang mau menyerahkan segala yang diinginkan wanita itu sekuat dia mampu. Lelaki yang selalu mencoba bertahan agar wanitanya tidak melepaskannya.

Lelaki itu yang tengah mencoba tersenyum dihadapan kami. Lelaki yang tengah aku lihat mengendarai motornya dengan sangat kencang. Aku tahu dia sedang mencoba menahan rasa. Atau mungkin mencoba mematikan rasa, setidaknya untuk sementara waktu.

Lelaki itu yang tengah mencoba tersenyum (kembali) dihadapan kami. Mengenggam tangannya yang kram dan sedingin es. Mencoba tersenyum dengan bibir bergetar. Ada sesuatu yang tidak bisa dia tutupi dari kami.

Langkahnya yang tetap ia tegakkan, pandangannya yang lurus, senyumannya yang masih bergetar, hembusan nafasnya yang berat, tangannya yang masih sedingin es, kakinya yang bergoyang.

Aku tidak bisa menggambarkan rasanya menjadi dia. Menjadi dia yang melihat wanitanya sedang tersenyum renyah kepada setiap orang yang datang.

Aku tidak bisa menggambarkan rasanya menjadi dia. Menjadi dia yang melihat wanitanya kini sedang dipoles dengan taburan bedak, gincu, pemerah pipi, hitam-hitam dimata, dan segala aksesoris yang memberatkan kepalanya.

Aku tidak bisa menggambarkan rasanya menjadi dia. Ketika lelaki berjas itu menghampiri kami dan menyalami kami satu persatu. Aku tahu lelaki berjas itu sedang menyembunyikan sesuatu. Mungkin menyembunyikan rasa. Entah rasa yang seperti apa yang ia sembunyikan? Lelaki berjas itu lebih banyak bertanya pada lelaki yang banyak mencoba tersenyum itu.

Aku tidak bisa menggambarkan rasanya menjadi dia. Aku tidak bisa menggambarkan menjadi wanita itu. Aku tidak bisa menggambarkan menjadi lelaki berjas itu. Ketika dia menjabat tangan wanitanya begitu lama dan berkata lirih kepada wanita itu.


Dia adalah teman lelakiku. Adalah benar-benar teman dengan jenis kelamin laki-laki. Adalah seorang yang tangguh. Adalah seorang pejuang cinta. Adalah seseorang yang akan menemukan wanitanya lagi. Wanita terakhirnya. 

Rabu, 31 Oktober 2012

Detra


Hai Detra, aku mengenalmu saat kau berusia 18 tahun. Kau mengingatnya? Aku masih duduk di bangku remajaku. Bangku SMA. Dan kau sudah berada di perguruan tinggi. Tadinya aku tidak percaya kau dan aku cuma beda 1 tahun. Tapi tingkatan sekolah kita sudah berbeda jauh. Belakangan aku tahu bahwa kau sangat pintar. Dan sangat diandalkan dikeluargamu. Mereka bilang kau jenius.

Jika kau menghitung berapa umurmu sekarang? Kau pasti tahu bahwa aku bukanlah gadis kecil yang kau kenal kemaren sore. Aku sudah hampir lulus kuliah. Kau tahu itu kan? Aku hafal sifatmu walau aku tak pernah melihatmu barang sekejappun. Kau ingat? Aku mengenalmu saat kau lebih sering mengatakan “Gw ingin ikut Mami ke surga” dan bahkan kau lebih ingat kapan Hari Ibu dari pada Hari Ulang Tahunmu. Aku bangga padamu karena kau sangat menghargai Ibu, walaupun kau seringkali menyakiti wanita-wanitamu. Kau masih ingat saat kau malah tertawa ketika kau bercerita padaku bahwa pacarmu pingsan waktu kau minta putus dan kau pergi begitu saja? Aku bilang kau Oon, lalu aku ikut tertawa denganmu. Bagiku itu konyol. Kehilangan pacar bukan berarti kehilangan segalanya.

Ini  sudah tahun ke 5 kita bersama. Dan saat ini aku telah dilamar oleh orang lain. Aku sudah mengatakan padamu, seharusnya kau sudah berlari saat aku bilang cepat lari. Tapi lagi-lagi kau tak mendengarkanku. Aku tidak tahu, apa kau benar-benar tidak mendengarku? Ataukah kau hanya pura-pura tidak mendengarku? Tapi aku sudah hafal sifatmu. Aku rasa kau hanya pura-pura tidak mendengarku. Entahlah, mungkin suaraku terlalu berisik untuk kau turuti. Mungkin bagimu, aku tetaplah anak bau kencur  yang kau kenal di jejaring MIRS waktu itu.

Hahaha aku baru ingat, kau suka mencuri foto-fotoku di Friendster. Kau sekalipun tidak pernah bilang aku cantik. Kau hanya mengatakan aku imut seperti Marmut. Kau benar-benar anti mengatakan aku cantik, sampai-sampai aku harus selalu memaksamu untuk bilang bahwa aku cantik. Hahaha mungkin kau tahu bahwa aku tak begitu suka dipuji. Kau tahu aku hanya selalu bercanda waktu aku bilang bahwa aku marah kalau kau tak mengatakannya. Dan kau selalu tertawa.

Kau pernah nonton acaranya Mario Teguh? Aku pernah ingat di acaranya dia berkata,”Sepasang suami istri yang bercerai berkata,’kami sudah tidak saling memahami’ sebenarnya bukan karena tidak saling paham mereka bercerai, tetapi justru mereka paham bahwa mereka tidak bisa lagi saling melengkapi maka mereka bercerai”.

5 tahun tidak cukup ataukah sudah sangat cukup untuk memahamimu? Aku tidak tahu. Yang aku tahu bahwa sesuatu yang memang telah diberikan untukku, akan selalu kembali padaku. Aku yakin itu. Begitu juga kau. Jika memang kau milikku, tanpa aku harus memaksamu kau harusnya akan ada di depanku. Bukan harus menunggu 5 tahun untuk mendengar suaramu. Bukan harus menunggu 5 tahun untuk melihat sosokmu. Cinta tidak menunggu. Seharusnya kau belajar itu. Menunggu seharusnya bukanlah sebuah pengorbanan cinta. Cinta yang kau maksud, dan yang aku maksudkan berbeda. Mungkin aku melihat cinta di sinetron FTV atau di kumpulan koleksi novelku, sedangkan kau melihat cinta pada dirimu sendiri. Kau melihat cinta tanpa pengorbanan. Kau melihat cinta dengan pandanganmu sendiri.kau melihat cinta dengan cara yang kau sukai. Bagimu, cinta itu tidak sepenting dirimu sendiri.


Jika aku harus mengingat mundur apa saja yang aku lakukan denganmu? Tentu saja aku Cuma bisa tersenyum. Lucu. Kau tahu bahwa didunia ini Tuhan menciptakan segalanya secara berpasang-pasangan? Kita bertemu, lalu berpisah. Kita tertawa, lalu menangis. Kita hidup, lalu mati. Itu hukum alam, dan kita pasti melaluinya. Dan mungkin inilah waktunya.

Kau ingat? Aku dulu sering mengatakan bahwa kau adalah cerminku? Sayangnya cermin itu rentan. Jika saja aku tak hati-hati, cermin itu akan pecah, dan kau tak lagi sama. Aku tahu banyak hal yang harus berubah. Namun terkadang aku tidak siap untuk sebuah perubahan. Dan mungkin kali ini, perubahan itu dimulai saat kau tak lagi menemaniku.

Senin, 14 November 2011

A Letter to You (Part 2)


Aku tidak berbohong.
Sama sekali tidak berbohong saat aku bilang bahwa kemaren adalah 1,5tahun kita jadian.
Tadinya aku ingin bertanya, “apakah kita perlu merayakannya?”
Tapi sama sekali gak ada respon darimu, aku pikir itu berarti 1,5tahun bukanlah hal yang perlu dirayakan.
Gak papa, aku cuma bertanya.
Aku juga gak ngerti apa yang harus dirayakan untuk 1,5tahun?
Mungkin memang bukan hal yang penting.

Aku cukup melewati hari yang berat akhir-akhir ini.
Tapi aku berusaha kuat.
Aku bilang bahwa besog setidaknya aku akan tertawa denganmu.
Aku mengatakan hal itu walaupun aku ragu.
Setidaknya hal itu cukup menguatkanku.

Aku bilang jangan pergi jika tidak mau pergi.
Jika aku memang belum sepenuhnya ada padamu.
Dan kau tidak perlu berbohong pada perasaanmu.

Aku pikir, apa aku salah saat menerima batu yang kau beri?
Atau aku salah menempatkannya?
Seharusnya aku tidak meletakkannya diluar.
Seharusnya aku membawanya kedalam rumah.
Melindunginya. Agar hujan dan panas sama sekali tidak mengikisnya.
Waktupun tidak akan merusaknya.
Mungkin aku yang salah.
Karena tidak menjaga apa yang kau beri.

aku pernah mendengar tentang “janji laki-laki”.
Mereka bilang janji seorang laki-laki sejati harus ditepati.
Aku pikir, wanita seharusnya juga punya.
“janji wanita”
Seorang wanita sejati harus kuat dan menepati janji.
Aku tidak yakin aku mampu.
Tapi aku akan mencoba.
Aku punya sebuah janji padamu.
Dan aku akan mencoba menepatinya.
Kenapa?
Agar kau juga menepati janjimu.

Aku akan sangat sangat sangat merindukanmu.
Aku tidak tahu apa aku bisa sehari tanpamu.
Mungkin saja aku diam.
Tetapi seharusnya kau tahu aku selalu selalu dan selalu menginginkamu.

Mungkin kau memang tidak memilih untuk hidup bersamaku.
Apapun yang terjadi hari ini.
Aku tahu bahwa kau punya hal yang tepat untukmu. Juga untukku.
Dan aku tahu, sangat yakin, bahwa kaupun menyadari apa yang akan terjadi nanti.

Tadinya aku pikir, saat semua orang pergi.
Kau tidak akan pergi lagi dariku..
Kau tahu aku sangat sangat kuat??
Terimakasih karena pernah memaksaku untuk menjadi seorang tisya yang kuat.
Aku tidak akan lemah lagi.
Aku akan segera berdiri saat aku jatuh.
Aku berjanji padamu.

Aku akan mengirimu surat.
Nanti aku akan berpura-pura kau membaca suratku.
Aku akan menceritakan banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.
Lalu kau akan tertawa, “hahahahaha”
Dan aku akan menciummu,”muuuuuuuaaah Ma sayank banget sama Dad”

Saat aku rindu padamu.
Dan sangat sangat rindu padamu.
Aku ingin bercanda dengamu.
Aku akan menulis dialog kita.
“Dad.. Ma kangen”
“Dad juga Ma”
“i love u Dad”
“hehehehe”

Aku akan menunggumu datang. Dan saat itu aku akan tersenyum lebar padamu.
Namun saat kau tak pernah datang. Aku akan berdoa, agar kau selalu bahagia dimanapun kau berada. Dan berbahagia dengan seseorang yang lain..
Ini janjiku. Janji seorang wanita. Aku akan berusaha menepatinya untukmu.
Sama seperti yang terucap dariku seminggu yang lalu. Saat kau tak menepati janjimu, aku akan diam, hanya jika kau berada didepan mataku aku akan bicara padamu.

By MiniTyc

A Letter to You (Part 1)


Aku membuat surat untukmu..
Malam ini..
Sejujurnya sudah lama sekali aku ingin membuat sebuah surat untukmu..
Itu karena aku tahu kau tidak punya banyak waktu untukku..
Untuk mendengarkan cerita ku satu per satu.
Aku terkadang berfikir bahwa mungkin saja kau bosan dengan ceritaku.
Tapi terkadang aku pun teringat pada katamu..
“Aku kangen.. Kangen dengan cerita-ceritamu, bukan dirimu.hahahaha”
Itu dulu.. saat mungkin kau masih sangat-sangat menyayangiku.
Karena aku sangat merasakan sayangmu padaku saat itu..
Walau aku tidak mengerti sayang seperti apa yang kau berikan untukku..

Aku ingin sekali kau menyimpan suratku..
Dan akupun juga ingin sekali menerima surat darimu, lalu menyimpannya.
Karena aku ingin meninggalkan sebuah jejak..
Sesuatu yang dapat mengingatkanku pada masa bahagiaku bersamamu, jika suatu saat nanti aku jadi tua dan pikun..

Aku ingin mengatakannya padamu..
Bahwa sampai detik inipun aku sangat sangat mencintaimu..
Kau tahu? Kau yang mengajarkanku cinta.
Cinta itu dirasakan, bukan untuk digembar-gemborkan..
Tapi..
Apa kau tahu? Karena Cinta itu dirasakan..
Pagi ini pun aku menangis..
Kenapa??
Karena aku tahu, bahwa Cintaku rasanya tidak enak.
Mungkin seharusnya kau berhenti menerima Cintaku, atau kau memuntahkannya..
Kau tahu?
Dalam hati kecilku aku masih berharap, kau akan memberi pembelaan padaku..
“Ma.. Pare yang pahitpun kalo dicampur sama siomay dan bumbunya masih ada yang suka loh. Bahkan jengkol dan pete yang baunya gak enak juga masih banyak yang makan kog. Jadi, walau gak enak, bukan berarti semua orang gak suka. Buktinya Dad suka ma, walau dad bilang Cinta ma gak enak. Dad bisa bantu perbaiki agar bukan hanya Cinta ma yang jadi enak, tapi bakal jadi Cinta yang sangat luar biasa buat kita”
Hahahahaha.. Apa khayalanku terlalu tinggi?
Apa mungkin kau akan mengatakan itu padaku?

Aku ingin sekai bersamamu..
Sekalipun saat aku marah padamu..
Aku ingin kau tetap duduk disampingku..
Aku sering kali berfikir, mungkin Tuhan marah padaku..
Karena aku sangat sangat mencintaimu..
Mungkin Cintaku padamu lebih besar daripada Cintaku padaNya..
Makanya Tuhan belum menyatukan kita..
Itu agar aku mengerti bahwa Cinta itu datang dariNya..
Jadi aku harus belajar untuk mencintaimu atas namaNya..
Jadi aku pun selalu berdoa agar aku mencintaimu dengan benar..
Agar Tuhan mau mempersatukan aku denganmu.. ^^

Apa isi suratku begitu kekanakan?
Tapi ini isi hatiku..
Aku tidak memanipulasinya..

Ada satu hal lagi,
 Terkadang, aku marah padamu..
Terkadang aku benar-benar merasa remuk..
Apa kau tahu itu?
Kau pasti tahu, tapi kau tak mengerti..
Dan aku juga tidak mengerti kenapa kau tidak mengerti??
Karena padahal aku sudah mengatkan berulang-ulang kali..
Mengatakannya ribuan kali, hingga aku tidak mampu lagi mengatakannya..
Terkadang, aku pun lelah marah padamu..
Terkadang aku juga tidak ingin marah padamu..
Tapi kau melakukan kesalahan..
Aku ingin kau belajar dari kesalahanmu..
Memperbaikinya dengan benar..
Kalau aku tidak marah, kau tidak mau berusaha..
Jadi aku berpura-pura marah padamu..

Aku ingin kau mencariku, mengkhawatirkanku, merindukanku, membutuhkanku, tertawa denganku, menyayangiku, dan mencintaiku seperti saat pertama kau kembali padaku dan menjadi milikku..

By MiniTyc

Selasa, 21 Juni 2011

You are my First Love, Him

Terkadang aku mengingatmu Him..
Terkadangaku juga merindukanmu..
Terkadang terpikir olehku Jika...
             Jika aku bersamamu..
             Jika aku masih bisa saling menepuk-nepukkan tangan bersamamu lagi..
             Jika saja kamu berbicara dekat-dekat lagi saat bersamaku. :)
             Jika... Namun hanya Jika..

Terkadang aku pikir, akan sangat bahagia aku jika bersamamu..
Jika kita sempat bersama menjadi sepasang kekasih..
Mungkin aku tidak akan menunggu siapa-siapa lagi..
Terkadang, aku masih ingin menangis Him.. Apa kamu tahu itu?
Maafkan aku. Apa sikapku melukaimu?

             Himmy, mungkin kamulah Cintaku. Cinta pertamaku..
             Semoga kamu juga masih mengingatku, seprti aku mengingatmu. :’)

To Nuriska Himmy F. in Heaven

Jumat, 10 Juni 2011

Buta Aksara

Aku tidak bisa membaca!!! Tolong mengertilah teman-teman. Jangan menertawakanku. Dan tolong jangan paksa aku untuk membaca dengan baik. Aku tahu, mungkin bukan karena aku tidak bisa membaca, tapi karena aku kurang teliti saat membaca.

Kalian tidak percaya aku tidak bisa membaca? pasti kalian tidak percaya. Mana ada orang yang tidak bisa membaca, tapi lancar menulis blog? memangnya tidak boleh? Mungkin memang aku tidak bisa dikatakan 'Buta Aksara' karena aku mengenal huruf dengan baik. Mungkin aku tidak pintar membedakan kata. Kamu tahu?? Aku pernah ikut kuliah Fisiologi Manusia, saat dosenku mengatakan kata kedokteran yang gak aku mengerti. Dosen itu bilang, kata itu artinya "senggama". Teman-temanku langsung tertawa sambil manggut-manggut. Tapi aku masih bingung, lalu bertanya pada teman sebelahku, dia bilang "senggama" itu hubungan suami-istri. Aku baru ingat, sekian lama aku gak pernah membaca itu "senggama" melainkan "seagama". Dulu aku juga sangat tidak mengerti, kenapa "seagama" dilarang?hahahaha #polosbanget

Hal itu tidak menunjukkan apapun buat kalian? baiklah. Teman-temanku terkadang curhat kepadaku. Terkadang mereka menunjukkan sebuah SMS dan menyuruhku membacanya keras-keras. Aku selalu beralasan malas membaca, padahal aku takut salah membacanya. Waktu SMA kelas 3, guru Fisika ku selalu menyuruh anak yang duduk ditengah untuk membacakan diktat. Waktu itu, kebetulan aku duduk ditengah. Tapi saat mulai membaca, teman-temanku sering memperbaiki bacaanku, sampai akhirnya guruku agak kesal karena aku selalu salah baca, dan menyuruh teman lain yang membaca. Jujur saja aku kecewa. =(

Aku juga tidak bisa berhitung dengan benar. Aku hanya bisa menyebut hingga angka 20 saja. Jika aku terus memaksa hingga angka selanjutnya, bisa dipastikan aku akan binggung apakah sudah sampai 27 atau 38??hehehe

Aku harus menyebutkan angka 1 per 1. aku tidak bisa menyebutkan angka 1968 dengan benar. Biasanya aku akan menyebutkannya dengan angka 19-86. Tapi aku dapat menulisnya dengan benar 1968 dan bukan 1986 seperti yang aku katakan.

Aku gak tahu, apakah aku buta aksara? atau gak pintar? atau memang komunikasi antara mata, tangan dan otakku tidak sejalan.hehehehe namun untunglah selama ini kekuranganku ini tidak berdampak banyak atau merugikanku, walau terkadang merasa gak nyaman saat harus presentasi didepan.

it's my true story.. =) semoga kalian menikmati kunjungan diblogku ya.. =)