Tisya's friends

Senin, 06 Juni 2016

Cerita hantu hari ini : akhir2 ini aku menempati sebuah rumah besar disebuah gang. Di pojokan jalan ada cafe baru, setiap kali lewat sebenernya pingin mampir, tapi belum ada waktu. Suatu hari Clara mengajak ku pergi kesana, bersama pacar. Sebuah cafe yg sangat dekat dengan palang lintas kereta api. Aq pikir qt mungkin akan tersambar kereta, tapi untunglah tidak. 😁

Sepulang dari cafe aku mengajakmu (pacar) pergi ke tempat ku (rumah besar yg sering aq tempati). Aku menggandeng mu, aku suka menggenggam jari2 besar mu yg cuma cukup aku genggam jari kelingking, manis, dan tengah. Kamu cukup mengerti dan membalas genggamanku.

Bergandengan menyusuri lorong, kita berhenti disebuah kamar mandi tua, dengan bak air besar, dan apa bila aku naik bibir bak air itu tinggi temboknya pas sedadaku. Aku bilang biasa nya aku masuk rumah lewat sini, soalnya pintu utama dari rumah ini dijaga oleh anjing yang mengerikan. Aku mulai menaiki bibir bak mandi itu, kamu melihatku, kemudian aku menyadari ada yg salah dari kamar mandi ini. Sesaat aku buru2 turun. Km bertanya kenapa? Aq bilang aq tidak bisa masuk. Ekspresimu berubah, km marah. Kita bertengkar, aku bilang, Tidak ada celah untuk ku masuk ke rumah ini, jika aku memaksakan diri untuk memanjat aku akan terpeleset dan jatuh. Kamu tidak percaya dan semakin marah, katamu aku terlalu mengada2.

Beberapa orang datang karena pertengkaran kita, aku mencari pembenaran kepada salah seorang yang juga sering melakukan hal yang sama dengan ki untuk memasuki rumah ini. Dan Ia membenarkan, bak mandi ini tadinya sangat besar, tapi tiba2 jadi menyempit tidak seperti biasa nya. Rumah ini aneh, rumah ini berhantu, dan hantu rumah inilah yg melakukannya kata ku sambil meluapkan amarah. Saat aku mencari mu, kamu tidak ada, kamu hilang, dan aku sangat ketakutan.

Aku mencoba menelpon seorang teman yang biasa berinteraksi dengan hantu. Tetapi saat Ia mengangkat telponnya terdengar suara nya sangat berat, dan dibelakangnya ada suara2 aneh yang menakutkan. Sebelum aku mengatakan sesuatu, dia langsung mengatakan bahwa dia tak bisa membantuku. Aku tahu hantu rumah ini telah menyerangnya entah dengan alasan apa?

Aku semakin ketakutan. Entah dari mana? Seorang yang mengaku cenayang memberitahu ku bahwa kamu dan jiwamu telah di culik oleh penunggu rumah besar itu. Aku bertanya bagaimana caranya agar aku bisa membawamu kembali? Katanya sangat susah dan beresiko. Aku bilang apapun asal kamu kembali. Cenayang bilang, penunggu ingin jiwa digantikan jiwa, aku harus merelakan jiwa ku untuk bisa mengembalikan jiwa mu. Sesaat nafasku seolah terhenti, bukankah itu sama artinya aku tak bisa lagi bersama mu? Si cenayang tiba2 memberikan opsi lain, agar aku mengorbankan hujan. Tadinya aku pikir maksud dari mengorbankan hujan adalah tak akan ada lagi hujan datang sepanjang tahun, hanya ada kemarau yg berkepanjangan, bukan kah dengan begitu aku justru mengorbankan banyak orang? Tapi cenayang itu menjelaskan bahwa jika aku mengorbankan hujan, itu berarti aku akan mengalami sakit setiap kali hujan turun. Dan iya, aku langsung setuju. Tak butuh waktu lama kau kembali, tertidur disebuah kasur nyaman dan berselimutkan kain putih bersih.

1 komentar:

andy setyadi mengatakan...

Iki cerito opo ya mbak?